wb_sunny

Breaking News

Selamat Datang di Kasih.news, Portal Berita Filantropi dan Barometer Komunikasi Kedermawanan | Inisiatif Kebaikan Kasih Lembaga Atau Perusahaan Anda Ingin Dikenal Lebih Luas? Terbitkan di Sini Sekarang! Hubungi Kita di kasihnews@medianetwork.my.id | 081288284898

Sumur Bor BMH ke-259 Ubah Ritme Hidup Pesantren di Malang Lebih Mudah

Sumur Bor BMH ke-259 Ubah Ritme Hidup Pesantren di Malang Lebih Mudah


KASIH.NEWS --
Perubahan besar sering kali dimulai dari hal yang paling mendasar. Di Pondok Pesantren Ash-Sholihuddin, Desa Sumbersuko, Dampit, Malang, Jawa Timur, perubahan itu datang dalam bentuk air yang kini tidak lagi harus ditunggu atau dikhawatirkan. Sebagaimana dahulu mereka rasakan sebagai beban.

Semua itu terjadi berkat dari zakat, infak dan sedekah umat yang dikelola dengan baik. Laznas BMH meresmikan sumur bor ke-259 pada 8 April 2026 untuk menjawab krisis akan kebutuhan dasar, yakni air bersih.

Langkah ini BMH lakukan sebagai bagian dari program mensejahterakan masyarakat.

"Alhamdulillah fasilitas ini langsung memberi dampak bagi sekitar 1.730 penerima manfaat, terdiri dari santri dan masyarakat sekitar. Ini buah dari pengelolaan zakat, infak dan sedekah umat," ungkap Kadiv Prodaya BMH Jatim, Imam Muslim.

Sebelum sumur bor hadir, kebutuhan air di pesantren bergantung pada pasokan PAM yang tidak stabil. Kondisi ini kerap mengganggu aktivitas harian, termasuk ibadah dan kebersihan lingkungan.

Pengasuh pesantren, Kyai Muarrif, menjelaskan situasi tersebut.

“Sebelum ada sumur bor ini, kami sering mengalami kesulitan air karena air PAM sering mati. Alhamdulillah sekarang kebutuhan air bisa terpenuhi dengan lebih baik,” ujarnya.

Perubahan ini juga dirasakan langsung oleh para santri. Sholihatun Isna mengungkapkan bahwa air kini lebih mudah diakses untuk kebutuhan sehari-hari. Ini jadi momen yang mengubah dan membahagiakan.

“Terimakasih kepada kakak-kakak BMH dan para donatur. Sekarang kami lebih mudah mendapatkan air, tidak lagi ada khawatir seperti masa lalu,” tuturnya.

Fakta itu menunjukkan bahwa kehadiran sumur bor ini tidak hanya memperlancar kebutuhan teknis. Ia menata ulang ritme kehidupan di pesantren—ibadah menjadi lebih mudah, lebih tenang, dan mendukung aktivitas harian berjalan lebih teratur, dan lingkungan lebih terjaga.*/Herim

Tags