wb_sunny

Breaking News

Selamat Datang di Kasih.news, Portal Berita Filantropi dan Barometer Komunikasi Kedermawanan | Inisiatif Kebaikan Kasih Lembaga Atau Perusahaan Anda Ingin Dikenal Lebih Luas? Terbitkan di Sini Sekarang! Hubungi Kita di kasihnews@medianetwork.my.id | 081288284898

Sinergi Laznas BMH - UI Perluas Pemanfaatan Tepung Tulang Ikan bagi Pencegahan Stunting

Sinergi Laznas BMH - UI Perluas Pemanfaatan Tepung Tulang Ikan bagi Pencegahan Stunting


KASIH.NEWS --
Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) mendorong replikasi inovasi tepung tulang ikan kakap merah sebagai salah satu ikhtiar mendukung pencegahan stunting melalui penguatan edukasi gizi dan pemberdayaan masyarakat. 

Komitmen tersebut diwujudkan melalui program sosialisasi serta pelatihan produksi, pengemasan, dan pemasaran tepung tulang ikan kakap merah yang diselenggarakan bersama Kelompok Klaster Riset Kesejahteraan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Universitas Indonesia di Kelurahan Pluit, Jakarta Utara, Selasa (23/6/2026).

Sebanyak 25 kader Posyandu dan PKK Kelurahan Pluit mengikuti pelatihan tersebut bersama relawan mahasiswa asing yang berasal dari sejumlah negara berkembang di kawasan Afrika. 

Keterlibatan peserta internasional menjadi bagian dari upaya memperluas diseminasi pengetahuan mengenai pemanfaatan tepung tulang ikan kakap merah sebagai inovasi pangan yang berpotensi diterapkan di berbagai wilayah, termasuk di luar Indonesia.

Kegiatan menghadirkan Professor Manohar Pawar dari Charles Sturt University Australia, Professor Fentiny Nugroho dari Universitas Indonesia, Hasmirawati dari Puskesmas Kelurahan Pluit, serta Tim Bumi Kreatif Institute Jakarta. 

Materi yang diberikan mencakup edukasi gizi, praktik pengolahan tepung tulang ikan kakap merah, teknik pengemasan produk, strategi pemasaran digital, hingga pengembangan produk pangan siap saji sehingga peserta memperoleh pemahaman menyeluruh dari proses produksi sampai hilirisasi produk.

Professor Fentiny Nugroho menegaskan bahwa kegiatan tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas tumbuh kembang anak.

"Kita ingin memastikan bahwa anak-anak kita dapat tumbuh sehat, cerdas, terbebas dari stunting," ujarnya.

Humas BMH Pusat, Syamsuddin, menjelaskan bahwa pelatihan ini sebagai langkah awal untuk memperluas implementasi inovasi tersebut melalui kolaborasi lintas sektor.

"Kegiatan sosialisasi dan pelatihan hari ini juga sebagai upaya untuk mendukung inovasi dan pemanfaatan tepung tulang ikan kakap merah ini dapat direplikasi di banyak tempat, dimulai dari Kelurahan Pluit hingga ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk ke negara-negara berkembang melalui relawan mahasiswa asing yang juga hadir dalam pelatihan ini," katanya.

Menurut Syamsuddin, perluasan manfaat inovasi pangan membutuhkan sinergi berbagai pihak agar model yang telah dikembangkan dapat diterapkan secara lebih luas. Karena itu, BMH menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan.

"Baitul Maal Hidayatullah mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi, yaitu Universitas Indonesia, Paragon Corp, PLN, dan Kelurahan Pluit Jakarta," ungkapnya.

Dia menambahkan, kolaborasi dengan kampus, pemerintah, dunia usaha, dan mitra lainnya menjadi bagian dari pengembangan inovasi pangan berbasis pemberdayaan masyarakat. 

Selain memperkuat kapasitas peserta, program ini dinilai membuka peluang replikasi model pencegahan stunting melalui pemanfaatan sumber daya lokal yang dapat diterapkan di berbagai daerah Indonesia maupun diperkenalkan kepada negara-negara berkembang melalui jejaring relawan internasional.

FAHMI SIDIK

Tags

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama